Merespons Kritik di Media Sosial, Tokoh Masyarakat Ajak Warga Menjaga Etika Demokrasi

Pemkab Katingan59 Dilihat

KASONGAN, Beritakalteng24.com – Gelombang kritik terhadap Bupati Katingan, Saiful, yang disampaikan melalui media sosial oleh akun bernama Tomy Alfarizi, menarik perhatian publik.

Kritik tersebut menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah hulu dan membandingkannya dengan aktivitas non-pemerintahan kepala daerah. Namun di tengah ramainya perdebatan digital, sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi.

Salah satu tokoh masyarakat Katingan Hulu, Edy Sopian, mengungkapkan bahwa kritik dalam ruang demokrasi merupakan hal yang sehat dan bahkan diperlukan. Namun, ia menekankan bahwa penyampaian kritik hendaknya dilakukan secara santun, proporsional, dan disertai niat membangun.

Menurut Edy, gaya penyampaian kritik yang disampaikan melalui media sosial terkadang kehilangan substansi karena dibungkus dengan nada emosional, bahkan cenderung menyerang pribadi. Ia menilai bahwa pendekatan seperti itu justru dapat mengaburkan pesan utama yang hendak disampaikan dan memperkeruh suasana kebatinan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan Saiful–Firdaus masih berada di tahap awal, baru sekitar enam bulan masa jabatan. Dengan demikian, sejumlah agenda pembangunan masih dalam proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan. Menilai secara terburu-buru, menurutnya, tidak akan memberi ruang yang adil bagi proses pemerintahan.

Dalam pandangannya, kritik yang konstruktif adalah kritik yang tidak hanya menyuarakan ketidakpuasan, tetapi juga memberikan alternatif solusi, serta tetap menghargai martabat pihak yang dikritik. Ia berharap masyarakat Katingan tetap menjunjung nilai-nilai musyawarah, saling menghargai, dan semangat kolektif dalam membangun daerah.

“Demokrasi yang matang tidak lahir dari suara keras, tetapi dari suara yang jernih, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Edy.

Sebagaimana diketahui, sejumlah infrastruktur seperti jalan penghubung Kasongan–Tumbang Kaman memang menjadi prioritas pembangunan daerah, dan proses pelaksanaannya sedang berjalan melalui tahapan yang berlaku.

Pernyataan Edy ini menjadi pengingat bahwa dalam masyarakat yang demokratis, ruang kritik tetap terbuka, namun harus dibarengi dengan rasa hormat, empati sosial, dan kesadaran akan proses. (dn)