PURUK CAHU, Beritakalteng24.com – Wakil Bupati Murung Raya H. Rahmanto Muhidin mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Murung Raya tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat, yang terletak di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang. ‘’Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas nasional atau Nawacita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ujar Rahmanto Muhidin kepada sejumlah awak media, Rabu (2/7/2025).
Rahmanto Muhidin, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu dari empat program nasional yang akan direalisasikan di daerahnya. Tiga program lainnya mencakup makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah, serta penguatan koperasi desa Merah Putih. “Pemerintah pusat memberi mandat kepada daerah untuk menyiapkan lahan, melakukan pembebasan, serta menentukan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Rahmanto.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Murung Raya telah membeli lahan seluas tujuh hektare di Desa Karali. Saat ini, proses administrasi balik nama tengah berlangsung sebagai syarat sebelum proposal pembangunan diajukan ke Kementerian Sosial.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat tersebut mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yakni SD, SMP, dan SMA. Selain ruang kelas, fasilitas lain yang akan dibangun termasuk asrama siswa dan sarana pendukung lainnya. Seluruh biaya pembangunan, termasuk fasilitas dan operasional, akan ditanggung oleh pemerintah pusat.
Rahmanto menambahkan, tanggung jawab daerah tidak hanya sebatas penyediaan lahan, tetapi juga mencakup penyiapan tenaga pengajar dan seleksi peserta didik. Sekolah ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak dalam kategori kemiskinan ekstrem serta yatim piatu. “Target kami tahun ini penyelesaian urusan lahan dan pengiriman proposal ke pusat. Bila semuanya berjalan lancar, pembangunan fisik dijadwalkan mulai tahun 2026, dan sekolah bisa mulai beroperasi pada 2027,” terang Rahmanto.
Rahmanto mengatakan, Sekolah Rakyat bukan hanya menggratiskan biaya pendidikan, melainkan juga menanggung seluruh kebutuhan hidup siswa selama masa belajar. “Biaya sekolah, makan harian, hingga tempat tinggal, semuanya ditanggung oleh negara. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil,” pungkas Rahmanto Muhidin.(y)






