Muara Teweh, beritakalteng24.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusi besar organisasi tersebut dalam membangun umat dan memperkuat fondasi kemajuan daerah. Penghargaan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Muhlis, saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX Muslimat NU Barito Utara periode 1447 H/2025 M, Kamis pagi (2/10/2025).
Membacakan sambutan Penjabat Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, Muhlis menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum strategis yang sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah daerah sangat menilai tinggi kiprah Muslimat NU dalam memperkuat keluarga, membangun solidaritas sosial, memberdayakan perempuan, serta mencetak manusia beriman dan berakhlak. Ini merupakan fondasi penting bagi pembangunan Barito Utara,” ujar Muhlis.
Muhlis menyoroti nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi identitas Muslimat NU. Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah ke depan.
“Semangat kebersamaan dan keikhlasan Muslimat NU merupakan contoh nyata peran aktif masyarakat dalam pembangunan. Pemerintah daerah mendukung penuh setiap program dan langkah organisasi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis dalam penguatan moral dan akidah masyarakat, terutama di tengah tantangan era modern yang semakin kompleks. Karena itu, pemerintah berharap Konfercab IX menghasilkan arah kerja yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat luas.
“Melalui ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah, Muslimat NU telah menjadi penjaga nilai keutuhan bangsa. Semoga forum ini melahirkan program dan kepemimpinan yang semakin memajukan Muslimat NU Barito Utara serta membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Konfercab IX digelar khidmat dan menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, serta perumusan program ke depan bagi Muslimat NU dalam memperkuat pembangunan umat dan daerah.(red)






