Muara Teweh, beritakalteng24.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Tim GEMPUR (Gerakan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu) melakukan inspeksi lapangan di Pasar Pendopo Muara Teweh, Selasa (30/9/2025), guna memastikan bahan pangan yang dijual pedagang aman dan layak konsumsi.
Pengawasan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, hingga Satpol PP. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengambilan sampel dari berbagai komoditas untuk diuji kandungan serta keamanannya.
Sampel yang diuji meliputi:
-
Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT): beras jenis Siam dan Ciherang, berbagai jenis sayur seperti bayam, buncis, hingga anggur hijau
-
Pangan Segar Asal Ikan (PSAI): ikan laut segar seperti ikan peda dan cumi
-
Produk olahan hasil laut: teri medan dan cumi asin
-
Produk olahan siap saji (POSS): jajanan pasar seperti roti manis, bingka hijau, hingga makanan siap santap seperti pentol bakso
Kepala Bidang PSDK Dinas Kesehatan Barito Utara, Yessi Aria Puspita, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa inspeksi ini merupakan langkah preventif untuk mencegah peredaran pangan berbahaya.
“Pengujian cepat dilakukan untuk memastikan produk yang beredar tidak mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, atau pewarna tekstil. Ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga keamanan pangan masyarakat,” jelas Yessi, Rabu (1/10/2025).
Senada dengan itu, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Erni Herawati, SP, M.IP, menegaskan bahwa pengawasan bahan pangan segar menjadi prioritas penting.
“Kami ingin memastikan masyarakat Barito Utara mendapatkan pangan yang sehat, aman, dan layak konsumsi. Kolaborasi lintas sektor ini sangat diperlukan agar pengawasan benar-benar efektif di lapangan,” ungkapnya.
Pemerintah daerah turut mengimbau para pedagang untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan terlarang, demi menjaga kesehatan masyarakat sekaligus keberlangsungan usaha di pasar tradisional.(red)






