MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KesbangPol) Kabupaten Barito Utara terus mendorong percepatan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba serta Prekursor Narkotika (P4GN-PN). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi, peningkatan edukasi publik, hingga penyempurnaan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Kepala KesbangPol Barito Utara, Rayadi, mengungkapkan bahwa sejumlah capaian kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan.
“Raperda P4GN-PN sudah masuk dalam program legislasi daerah. Sosialisasi mengenai bahaya narkoba juga semakin masif hingga ke tingkat desa. Sementara itu, RSUD Muara Teweh sebagai IPWL tengah mempersiapkan layanan rehabilitasi yang lebih lengkap, baik rawat jalan maupun rawat inap,” ujar Rayadi, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan bahwa deteksi dini penyalahgunaan narkoba berjalan lebih efektif melalui pelaksanaan tes urine yang telah diatur dalam nota kesepahaman dengan berbagai instansi.
“MoU yang telah ditandatangani membuat pelaksanaan tes urine berjalan lancar dan lebih terkoordinasi,” ucapnya.
Rayadi turut mengapresiasi Polres Barito Utara yang setiap tahun menunjukkan peningkatan pengungkapan kasus narkotika.
“Jumlah kasus, tersangka, hingga barang bukti terus mengalami peningkatan. Ini menggambarkan komitmen kuat aparat penegak hukum,” jelasnya.
Namun, peningkatan pengungkapan kasus juga memberi indikasi lain yang dinilai positif.
“Kami melihat tren menurunnya peredaran narkoba di Barito Utara. Ini terlihat dari meningkatnya jumlah korban penyalahgunaan yang datang secara sukarela untuk mendapat layanan rehabilitasi,” tambahnya.
Melihat perkembangan tersebut, Pemkab Barito Utara melalui arahan Bupati dan Wakil Bupati terus memperkuat sarana rehabilitasi di RSUD Muara Teweh.
“Fasilitas layanan harus semakin lengkap agar korban bisa pulih dan kembali menjalankan peran sosialnya secara optimal,” tegas Rayadi.
Selain itu, KesbangPol juga terus menggenjot pengembangan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai strategi pencegahan berbasis komunitas.
“Saat ini sudah ada 12 desa bersinar di Barito Utara. Target kami, seluruh desa dan kelurahan bisa menyandang status tersebut ke depannya,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi lintas lembaga, peningkatan fasilitas rehabilitasi, serta dorongan penuh pemerintah daerah, Barito Utara optimistis mampu menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan bebas dari narkoba. (red)






