Mukhtarudin Ajak Kampus di Kalteng Maksimalkan Peluang 500 Ribu Pekerja Migran

Kalteng, Nasional129 Dilihat

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com  – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Jumat (28/11/2025).

Bertempat di Aula Kampus 3 UMPR, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) unggul yang siap bersaing di pasar kerja global.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menyambut baik langkah tersebut. Ia menekankan pentingnya akses informasi resmi bagi calon pekerja migran.

“Kita punya website SISCO P2MI. Pendaftaran lowongan kerja ada di sana dan sudah terverifikasi. Jika mendaftar lewat SISCO, pekerjaannya jelas dan perlindungannya bagus,” ujar Leonard.

Ia juga menegaskan bahwa MoU antara Kementerian P2MI dan PP Muhammadiyah di tingkat pusat harus segera ditindaklanjuti di daerah melalui perjanjian teknis yang lebih aplikatif.

Dorong Sinergi dan Pembentukan Migration Center

Dalam arahannya, Mukhtarudin menekankan bahwa sebagai putra daerah atau Uluh Itah, ia memiliki tanggung jawab moral untuk memajukan SDM Kalteng. Ia mengajak mahasiswa UMPR untuk mengisi “hardisk” (otak) dengan hal-hal positif dan produktif.

“Muhammadiyah punya infrastruktur dan SDM yang bagus. Kami ingin membangun sinergi agar lembaga ini menjadi mesin pencetak SDM siap pasar kerja luar negeri. Kita mulai dengan MoU, PKS, pendampingan, hingga pembentukan Migration Center,” ungkapnya.

Ia juga mendorong penggunaan sistem digital resmi SISCO P2MI untuk mencegah praktik penempatan pekerja migran non-prosedural.

Dukung Quick Win Presiden: 500 Ribu Pekerja Migran

Dalam sesi wawancara, Mukhtarudin menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari dukungan terhadap program Quick Win Presiden RI Prabowo Subianto, yang menargetkan penyiapan 500.000 pekerja migran tahun 2025. Perguruan tinggi dianggap mitra strategis karena memiliki infrastruktur pendidikan yang sudah siap.

“Target kami membangun Migration Center, sebuah ekosistem dari hulu ke hilir untuk menyiapkan lulusan UMPR agar mampu bersaing secara global,” jelasnya.

Saat ini, terdapat sekitar 700 warga Kalteng yang bekerja secara prosedural di luar negeri, didominasi sektor perkebunan dan kesehatan (perawat), dengan negara tujuan Jepang, Jerman, hingga Arab Saudi.

Loka P2MI Segera Hadir di Palangka Raya

Mukhtarudin menegaskan bahwa pihaknya tengah memproses pendirian kantor layanan (Loka) P2MI khusus di Palangka Raya agar pelayanan lebih dekat dengan masyarakat Kalteng.

“Gubernur sudah menyiapkan tempatnya. Kita tinggal menunggu persetujuan Menpan RB, dan jika selesai, segera kita resmikan,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab mahasiswa, dan foto bersama Menteri P2MI, Rektor UMPR, dosen, serta mahasiswa yang hadir. (red)