Ribuan Umat Kristiani Padati GOR Tana Malai Tolung Lingu dalam Ibadah Akbar “Murung Raya Bermazmur 2025”

PURUK CAHU, Beritakalteng24.com – Suasana haru dan sukacita memenuhi GOR Tana Malai Tolung Lingu saat ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja menghadiri Ibadah dan Pujian Penyembahan “Murung Raya Bermazmur 2025”, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan rohani akbar ini kembali menjadi momentum spiritual penting bagi masyarakat Murung Raya menjelang akhir tahun.

Acara ini turut dihadiri Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus, yang diwakili oleh Wakil Bupati Rahmanto Muhidin. Hadir pula Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Mura, Dina Maulidah Rahmanto, unsur Forkopimda Mura, para hamba Tuhan dari berbagai gereja, serta masyarakat umum dan tamu undangan.

Dalam rangkaian acaranya, Murung Raya Bermazmur menampilkan pembawa firman Tuhan, Pdt. Marcel Saerang, serta pujian dan penyembahan dari artis rohani nasional Yan Josua dan Jemimah Cita. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Murung Raya, memungkinkan jemaat yang tidak hadir secara langsung tetap dapat mengikuti ibadah.

Wakil Bupati Rahmanto Muhidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ibadah dan pujian penyembahan, tetapi juga sebuah panggilan untuk memperkuat persatuan masyarakat Murung Raya.

“Dengan Mazmur-mazmur yang kita lantunkan, kita tidak hanya memuliakan nama Tuhan, tetapi juga mempererat kebersamaan kita sebagai masyarakat Murung Raya untuk terus membangun daerah ini agar semakin maju dan semakin sejahtera,” tegas Rahmanto.

Ia menambahkan bahwa Murung Raya Bermazmur menjadi momen penting untuk menanamkan nilai kasih, persatuan, serta semangat melayani sesama.

Sementara itu, Ketua Panitia Andri Raya mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Murung Raya serta seluruh pihak yang terlibat, termasuk panitia, relawan, dan jemaat dari berbagai gereja.

“Kegiatan ini dapat terlaksana karena dukungan banyak pihak. Mari terus perkuat tali persaudaraan, toleransi antarsesama, dan jadikan pujian penyembahan sebagai wujud syukur sekaligus semangat untuk bekerja bagi kebaikan bersama,” ujarnya.

Ibadah akbar ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai sarana memperkokoh nilai spiritual, kebersamaan, dan kedamaian di Murung Raya. (dks/red)