Legislator Barut Apresiasi Pelatihan MFR BPBD sebagai Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

Muara Teweh, beritakalteng24.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Rosi Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Medical First Responder (MFR) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Tahun 2025.

Menurutnya, pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons dalam penanganan keadaan darurat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BPBD yang menginisiasi pelatihan ini. Kesiapsiagaan dan kemampuan merespons cepat sangat menentukan keselamatan masyarakat. Kegiatan ini akan memperkuat profesionalisme para petugas penanggulangan bencana di Barito Utara,” ujar Rosi Wahyuni di Muara Teweh, Selasa.

Ia menilai, kegiatan ini juga menjadi momen strategis untuk memperkuat koordinasi antara unit maupun relawan di lingkungan BPBD, sehingga upaya penanganan bencana dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti pada seremonial saja, tetapi benar-benar menghasilkan first responder yang kompeten, mampu memberikan pertolongan awal dengan cepat, tepat, dan aman,” tegasnya.

Pelatihan MFR yang berlangsung selama tujuh hari tersebut membekali peserta dengan keterampilan teknis dan kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi gawat darurat, termasuk banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga kecelakaan lalu lintas.

Para peserta mendapatkan materi langsung dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Bogor, Jawa Barat, serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya.

Bupati Barito Utara Shalahuddin, melalui Kepala BPBD Simamoraturahman, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan kedisiplinan, ketenangan, serta kemampuan membuat keputusan cepat di lapangan.

“Peserta dilatih menangani perdarahan, syok, cedera organ dalam, cedera kepala, hingga penggunaan perangkat Kendrick Extrication Device (KED) untuk evakuasi korban,” jelasnya.(red)