Muara Teweh, beritakalteng24.com – Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, menyoroti kondisi jalan desa yang rusak parah dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat perdesaan.
Menurut Tajeri, akses transportasi yang sulit menyebabkan biaya angkut hasil pertanian meningkat, sehingga harga jual komoditas menjadi kurang kompetitif.
“Ketika akses sulit dilalui, biaya transportasi naik dan petani yang paling merasakan dampaknya,” ujar Tajeri.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan, terutama saat musim hujan, membuat mobilitas warga terganggu. Banyak ruas jalan berlubang, berlumpur, dan licin, sehingga distribusi hasil pertanian, pelayanan dasar, dan aktivitas ekonomi lokal ikut terhambat.
Selain jalan, Tajeri juga menyoroti kondisi jembatan desa yang beberapa di antaranya sudah rapuh dan tidak aman dilintasi kendaraan bermuatan berat. Ia menekankan perlunya perbaikan segera untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran transportasi.
Tajeri mendesak pemerintah daerah menyiapkan alokasi anggaran yang konsisten untuk perbaikan infrastruktur pedesaan, disertai pengawasan ketat agar kualitas pengerjaan terjamin.
“Setiap pembangunan harus diawasi serius agar hasilnya bermanfaat. Jangan sampai ada pekerjaan yang hanya mengejar formalitas tanpa memperhatikan kualitas,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan perbaikan jalan dan jembatan yang menyeluruh, aktivitas ekonomi desa akan meningkat dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Barito Utara. (red)






