Gubernur Agustiar Tekankan Silaturahmi sebagai Kunci Penguatan Sinergi TNI–Polri

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) jajaran Polda Kalteng.

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Kerucut Mapolda Kalteng, Sabtu (6/12/2025), Gubernur memberikan materi dan motivasi kepada seluruh jajaran kepolisian yang hadir.

Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan bahagia bisa bersilaturahmi serta hasupa hasundau dengan para Kapolres dan Kapolsek se-Kalteng. Menurutnya, silaturahmi menjadi kunci dalam memperkuat sinergi dan koordinasi.

“Dengan pertemuan besar seperti ini kita mudah membangun kebersamaan, mudah berkoordinasi, mudah berkomunikasi, dan mempersiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Agustiar menambahkan, nilai-nilai yang dibangun dalam pertemuan tersebut sejalan dengan Falsafah Huma Betang, yang mengandung makna kebersamaan dalam keberagaman.

Ia juga menekankan bahwa Pancasila mengajarkan pentingnya kesetaraan, kejujuran, serta penghormatan terhadap hukum adat.

“Untuk memperkuatnya, semua dimulai dari lingkungan, pergaulan, dan kehidupan kita masing-masing,” tegasnya.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya Polri memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah Kalteng.

Ia meminta seluruh jajaran agar setiap arahan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, mulai dari tingkat Polda hingga Polres dan Polsek.

“Agar kebijakan dan program reformasi Polri berjalan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapoksahli Pangdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Budhi Utomo, yang juga menjadi pemateri, menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan hingga tingkat desa. Ia mendorong optimalisasi patroli terpadu TNI–Polri di kawasan rawan serta penanganan setiap permasalahan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Jangan ada unsur TNI atau Polri yang berjalan sendiri tanpa koordinasi. Utamakan pendekatan humanis, persuasif, dan nonkekerasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (red)