PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Gang Suka Maju, belakang Teknik Ban, Jalan dr Murjani RT 03, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (10/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah rumah di kawasan padat penduduk tersebut.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Ketua RT dan RW setempat, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 40 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 131 jiwa.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak serta total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran meninjau langsung lokasi kebakaran di Gang Suka Maju, Palangka Raya, Rabu sore (11/3/2026).
“Setiap duka masyarakat adalah duka kita semua di sini, termasuk Pak Pangdam maupun Pak Kapolda. Untuk itu kami selaku pemerintah hadir di sini,” kata Agustiar saat menemui warga terdampak.
Dalam kunjungannya, gubernur juga memberikan semangat serta dukungan kepada para korban, baik secara moril maupun materiil. Ia menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan inventarisasi kebutuhan warga di lapangan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Yang rusak parah mendapat bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp10 juta dan rusak ringan Rp7,5 juta. Saat ini masih dalam proses inventarisasi,” jelasnya.
Selain itu, seluruh warga terdampak kebakaran juga dipastikan akan mendapatkan akses Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang memungkinkan mereka memperoleh berbagai bantuan pemerintah, termasuk bantuan pendidikan bagi anak-anak korban kebakaran.
Di lokasi yang sama, Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi kejadian, termasuk kebakaran.
“Misalnya untuk masalah kebakaran ini, saya sampaikan agar ke depan masyarakat lebih memperhatikan upaya pencegahan. Rumah jangan ditinggalkan jika masih ada api yang menyala serta perhatikan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam Kodam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin menambahkan bahwa menjelang periode mudik Lebaran, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap rumah yang ditinggalkan kosong.
“Ketika rumah ditinggalkan saat mudik, pastikan kondisinya benar-benar aman, tidak ada aktivitas di dapur maupun instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ucapnya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Selasa (10/3/2026) tersebut menghanguskan sedikitnya 20 rumah di kawasan permukiman padat penduduk dan menyebabkan 36 kepala keluarga terdampak.
Bersamaan dengan kunjungan Gubernur Kalteng, berbagai bantuan juga telah disalurkan kepada warga, mulai dari paket sembako seperti beras, mi instan, telur, hingga kebutuhan dasar lainnya. (Red)






