MUARA TEWEH, beritakalteng24.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, menilai program Muara Teweh Car Free Day (CFD) tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Naruk usai peluncuran resmi Muara Teweh Car Free Day oleh H. Shalahuddin di kawasan Bundaran Buah.
Menurutnya, kegiatan yang rutin digelar setiap pekan berpotensi menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru karena mampu menghadirkan konsentrasi masyarakat dalam jumlah besar pada satu lokasi.
“Kami melihat peluang yang sangat baik bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Kehadiran masyarakat setiap pekan tentu menjadi potensi pasar yang dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil dan menengah,” ungkap Naruk.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Car Free Day tidak hanya diukur dari banyaknya peserta olahraga, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Naruk mendorong agar penyelenggaraan CFD ke depan semakin kreatif dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal, komunitas ekonomi kreatif, serta pelaku seni dan budaya daerah.
“Car Free Day harus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Selain olahraga, kegiatan ini dapat menjadi ruang promosi produk lokal, pengembangan ekonomi kreatif, dan sarana memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas,” katanya.
Politisi dari Dapil III Barito Utara tersebut optimistis program ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan apabila dikelola secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mendukung penuh program ini. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, Car Free Day akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah menuju Barito Utara yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Naruk Saritani.(z)






