Akselerasi Infrastruktur dan Konektivitas, Wakil Bupati Barito Utara Buka Musrenbang RKPD 2026 di Gunung Purei

GUNUNG PUREI, Beritakalteng24.com — Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD untuk perencanaan tahun 2027 merupakan momentum krusial dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah jangka panjang. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi forum Musrenbang di Aula Kantor Kecamatan Gunung Purei, Kamis (5/2/2026). Forum ini mengusung visi besar bertajuk “Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan dan Pelayanan Publik sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Daerah” sebagai pedoman strategis pembangunan yang lebih presisi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Felix menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menetapkan landasan kerja berupa 11 program unggulan dan 12 program prioritas infrastruktur untuk lima tahun ke depan. Khusus pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah akan melakukan akselerasi pada delapan klaster infrastruktur strategis. Fokus utama meliputi pembangunan tiga jembatan besar yakni jembatan Sikan–Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei guna memperkuat konektivitas antarwilayah, serta pembangunan akses jalan penunjang agar fungsi jembatan-jembatan tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh publik.

Selain jembatan, penataan konektivitas darat juga mencakup pembangunan serta pelebaran ruas jalan strategis di Simpang KM 34, Simpang Benangin, jalan dalam kota Muara Teweh, hingga akses menuju Bandara H.M. Sidik. Pada sektor tata kota, pemerintah akan fokus pada pengembangan kawasan Muara Teweh Baru, Waterfront City, dan revitalisasi eks Bandara Beringin. Untuk mendukung kualitas hidup masyarakat, pembangunan sport center di tiap ibu kota kecamatan, penyediaan air bersih melalui SPAM IKK, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, serta normalisasi Sungai Bengaris sebagai upaya mitigasi banjir juga menjadi agenda prioritas yang tidak terelakkan.

Wakil Bupati mengharapkan agar Musrenbang di Gunung Purei ini menghasilkan rencana kerja yang tidak hanya indah di atas kertas, tetapi realistis dan mampu menjawab tantangan ekonomi lokal. Usai memimpin jalannya forum musyawarah, Felix Sonadie Y. Tingan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung kondisi tugu perbatasan antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang terletak di Desa Tambaba, Lampeong. Kunjungan ke wilayah perbatasan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyerahan paket kebutuhan pokok (sembako) kepada masyarakat yang tinggal di sekitar garis batas provinsi.

Kegiatan Musrenbang di wilayah paling timur Barito Utara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah, Camat Gunung Purei, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan aspek sosial di wilayah perbatasan diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di masa mendatang.(Red)