AMSI Gelar Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, Bahas Masa Depan Ekosistem Digital Indonesia

Nasional42 Dilihat

JAKARTA, Beritakalteng24.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, yang akan berlangsung di The Hub Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada 22–23 Oktober 2025.

Konferensi ini menjadi wadah penting bagi para pelaku industri digital, media, pemerintah, dan sektor swasta untuk bertukar gagasan serta membahas arah dan kebijakan strategis dalam mengembangkan ekosistem digital Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.

Tahun ini, IDC 2025 menghadirkan dua keynote speakers utama, yakni Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria serta Menteri Hukum RI Supratman Andi Atgas. Keduanya akan memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola ruang digital dan regulasi media siber di Indonesia.

Selain itu, IDC 2025 juga menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor dari berbagai bidang industri dan platform digital ternama, antara lain:

Martin Hartono – CEO GDP Venture

Willson Cuaca – Co-Founder & Managing Partner East Ventures

Angela Tanoesoedibjo – CEO iNews Media

Anggini Setiawan – TikTok Indonesia

Arya Dwi Paramita – Corporate Secretary PT Pertamina (Persero)

Erik Somba – CEO Valid News

Qaris Tajudin – Tempo Institute

Dwi Eko Lokononto – CEO Berita Jatim

Hana Novitriani – ICE IDN Media

Dengan menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang, AMSI berharap IDC 2025 dapat menjadi forum kolaboratif dalam mencari solusi konkret terhadap tantangan industri digital, termasuk isu keberlanjutan media, literasi digital, keamanan data, dan transformasi bisnis berbasis teknologi.

Sementara itu Ketua AMSI Wilayah Kalteng, Hairil Supriadi, menyambut baik ajang tahunan IDC ini, karena banyak hal baru yang perlu diketahui di tengah perkembangan media digital yang berkembang begitu cepat.

“Acara ini penting bagi media dalam usaha untuk meningkatkan kemampuan media dalam menghadapi tantangan dunia digital yang berkembang begitu cepat. Kalau kita tidak siap maka kita akan ketinggalan,” kata Hairil. (red)