MUARA TEWEH, BERITAKALTENG24.COM –Anggota DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menyoroti dampak psikologis serius yang dapat dialami anak akibat pernikahan dini.
“Anak-anak berisiko mengalami stres, depresi, hingga kehilangan masa tumbuh kembangnya,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Sri Neni, anak-anak belum memiliki kematangan mental untuk menghadapi tekanan rumah tangga dan tuntutan peran sebagai orang dewasa. Pernikahan dini, katanya, sering membuat anak kehilangan ruang untuk bermain, bersosialisasi, dan belajar, sehingga mereka terpaksa menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan tahapan usianya.
Politisi DPRD Barito Utara ini menekankan pentingnya pendampingan psikologis dan penguatan literasi keluarga agar orang tua memahami bahwa kesiapan mental merupakan faktor utama sebelum membangun rumah tangga.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap dampak psikologis yang bisa merusak masa depan anak-anak,” tegasnya.
Sri Neni mendorong program edukasi keluarga dan pemberdayaan perempuan sebagai langkah strategis mencegah praktik pernikahan anak di masyarakat.
“Anak harus tumbuh dengan bahagia, bukan dibebani tanggung jawab yang belum waktunya,” pungkasnya.(red)






