MUARA TEWEH, beritakalteng24.com – Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan Basarnas bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara menggelar Pelatihan Medical First Responder (MFR). Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 24 hingga 30 November 2025, bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara.
Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangkaraya dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai unsur kebencanaan dan pelayanan darurat di Barito Utara.
Pelatihan MFR ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat, tepat, dan sesuai standar saat menghadapi kondisi gawat darurat. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai penilaian awal korban, teknik stabilisasi, hingga prosedur penanganan medis di lapangan sebelum korban mendapatkan perawatan lanjutan.
Selain penguatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan SDM yang sigap dan kompeten dalam mendukung operasi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Barito Utara. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal dalam penanganan insiden maupun bencana, terutama pada fase awal kejadian.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Basarnas dan BPBD Barito Utara dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai bentuk potensi kedaruratan.(red)






