MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com — Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus melakukan langkah konkret dalam mematangkan rencana strategis pembangunan Workshop Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pilar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, memimpin langsung peninjauan lokasi di kawasan Jalan Pendreh, Sabtu (7/2/2026), untuk memastikan kesiapan lahan yang akan menjadi pusat pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal tersebut.
Peninjauan lapangan yang dimulai sejak pukul 10.20 WIB ini menyisir beberapa alternatif lahan di sekitar kawasan Perusda. Langkah ini dinilai krusial untuk memverifikasi kesiapan teknis lahan, mulai dari aspek legalitas hukum, luasan area, hingga aksesibilitas pendukung pembangunan. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Nakertranskop UKM HM. Mastur, Kabid Aset BPKA Pardos Tigor, serta jajaran teknis dari Bidang Ketenagakerjaan dan Kepala BLK Barito Utara.
Proses identifikasi fisik lahan dilakukan secara modern oleh Bidang Aset BPKA dengan memadukan pengecekan langsung di lapangan serta analisis peta digital melalui aplikasi seluler. Integrasi teknologi ini bertujuan untuk memastikan akurasi data luasan aset milik pemerintah daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih lahan di kemudian hari. Validasi digital ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah dalam menentukan titik koordinat pembangunan workshop yang paling efektif secara operasional.
Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menegaskan bahwa pembangunan Workshop BLK merupakan manifestasi dari program unggulan “11–12 Gaspoll” yang diusung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara. Fokus utama program ini adalah menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi utuh, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan teknis, serta etos kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri masa kini. Pemerintah ingin memastikan warga Barito Utara tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam dinamika industri di daerahnya sendiri.
Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, HM. Mastur, menjelaskan bahwa hasil tinjauan lapangan ini akan segera ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang melibatkan BPKA dan Dinas PUPR. Koordinasi intensif tersebut akan menjadi pijakan hukum dan teknis dalam percepatan tahapan pembangunan fisik ke depan. Kehadiran Workshop BLK diproyeksikan menjadi episentrum pelatihan kerja yang relevan dengan pasar kerja lokal, sekaligus menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran.
Melalui dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis pembangunan Workshop BLK ini dapat berjalan tepat waktu. Fasilitas ini diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan visi Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.(Red)






