PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Fenomena kemunculan sejumlah pria yang berpenampilan menyerupai perempuan atau dikenal dengan istilah “boti” tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Sejumlah unggahan yang beredar menunjukkan kelompok laki-laki dengan gaya berpakaian dan ekspresi feminim di Kota Palangka Raya.
Kemunculan fenomena tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warganet mengaku merasa resah dan khawatir hal tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap pergaulan generasi muda.
Dalam beberapa video yang beredar, tampak sejumlah pria mengenakan pakaian serta berperilaku menyerupai perempuan. Gaya berpakaian dan ekspresi tersebut oleh sebagian pihak dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi, namun juga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Tengah, Widiya Kumala Wati atau yang akrab disapa Kak Yaya, menilai bahwa fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para orang tua.
“Keberadaan fenomena seperti ini bisa berpengaruh pada anak-anak, sehingga pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak perlu lebih ditingkatkan,” ujar Yaya, Jumat (6/3/2026) malam.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendampingan dan arahan kepada anak-anak, terutama dalam membangun karakter serta memilih lingkungan pergaulan yang positif.
Menurutnya, orang tua dapat mengarahkan anak-anak untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga, seni, maupun aktivitas kreatif lainnya.
“Orang tua harus berperan aktif dan memberikan penjelasan kepada anak dengan cara yang baik, tenang, dan mendidik. Bukan dengan memarahi, tetapi melalui pendekatan yang membangun karakter, baik di rumah maupun di sekolah,” jelasnya.
Yaya juga mengingatkan agar orang tua lebih peka terhadap perkembangan perilaku anak, sehingga dapat memberikan edukasi mengenai nilai-nilai sosial serta batasan perilaku yang sesuai dengan norma di masyarakat.
Ia berharap para orang tua dapat meningkatkan perhatian terhadap pola asuh serta lingkungan pergaulan anak agar tumbuh dengan karakter yang baik dan positif.
“Peran keluarga sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai perilaku yang baik dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat,” tandasnya. (am/red)






