Isu Hoaks Penculikan Anak di SDN 1 Sungai Kapitan, Polsek Kumai Perketat Pengawasan

Pangkalan Bun, Beritakalteng 24.com – Polsek Kumai mengambil langkah cepat setelah status WhatsApp berisi dugaan penculikan anak di SDN 1 Sungai Kapitan viral di masyarakat.

Informasi yang tidak benar tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran orang tua dan guru, sehingga polisi bergerak melakukan patroli sekaligus memberikan edukasi di sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung pagi hari di halaman SDN 1 Sungai Kapitan, dipimpin IPTU Sugeng Widodo dan Aiptu Nurhadi. Dalam kesempatan itu, polisi menjelaskan bahwa tidak ada peristiwa penculikan dan warga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terkonfirmasi.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat kepolisian yang membuat suasana kembali kondusif.

Setelah klarifikasi, diketahui bahwa anak yang disebut dalam pesan viral, Uray Arsh Ramadhansyah (9), bukan menjadi korban penculikan, melainkan hanya mengalami ketakutan. Kapolsek Kumai IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M. menegaskan, “Masyarakat tidak perlu panik. Kami sudah cek dan memastikan tidak ada pelaku ataupun upaya penculikan. Ini murni isu yang berkembang tanpa dasar.” katanya.

Sebagai upaya preventif, pihak sekolah memperketat aturan: siswa tidak diperbolehkan keluar gerbang sebelum dijemput orang tua.

Orang tua juga diminta tidak sembarangan membagikan informasi yang dapat menimbulkan keresahan. Polsek Kumai turut memberikan nomor layanan cepat 0852-5199-7272 untuk pelaporan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung hingga pukul 10.30 WIB dan situasi tetap aman. Polsek Kumai menyatakan akan meningkatkan patroli di jam belajar dan pulang sekolah untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan. Kapolsek Stefanus menambahkan,

“Kami terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen menjaga kamtibmas, khususnya di lingkungan sekolah.” (yo/red)