PANGKALAN BUN, Beritakalteng24.com – Seorang janda asal Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi korban dugaan hipnotis online setelah berkenalan dengan seorang pria melalui media sosial
Kasus ini terungkap setelah keluarga melihat perubahan sikap korban dan aliran dana dalam jumlah besar kepada pria yang baru dikenalnya itu.
Menurut keterangan Rokin, salah satu anggota keluarga korban, perkenalan bermula dari aplikasi pertemanan Facebook.
“Awalnya hanya saling sapa, lalu bertukar nomor WhatsApp. Pria itu mengaku anggota kepolisian dan bilang punya lahan sawit di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Rokin.
Pelaku disebut sangat pandai membangun keakraban hingga korban merasa percaya.
Rokin menambahkan, bahwa pelaku menggunakan modus berbeda dari penipuan biasa. Ia tidak meminta uang secara langsung, melainkan mengeluh soal berbagai masalah yang membuat korban merasa iba.
“Dia sering curhat seolah sedang kesusahan. Kakak saya jadi sering transfer untuk membantu,” jelasnya, Kamis (11/12/2025).
Meski sejak awal sudah mencurigai adanya indikasi penipuan, Rokin mengaku kakaknya justru semakin dekat dengan pelaku.
“Saya sudah wanti-wanti, tapi kakak saya tidak percaya. Bahkan komunikasi mereka lewat WhatsApp makin intens,” katanya.
Jumlah dana yang dikeluarkan korban ternyata sangat besar. Selain satu transfer sekitar Rp40 juta, setelah dicek ulang total uang yang diberikan korban kepada pria tersebut hampir menyentuh Rp100 juta.
“Setelah saya tanyakan dan cek beberapa bukti transfer, ternyata sudah hampir seratus juta,” ungkapnya.
Kini pihak keluarga dibuat semakin khawatir karena nomor WhatsApp yang digunakan pelaku sudah tidak aktif lagi. Hilangnya jejak komunikasi tersebut memperkuat dugaan bahwa korban benar-benar menjadi sasaran penipuan berkedok hipnotis online, dan keluarga berencana melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib agar pelaku bisa segera ditangani. (Red)






