Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya sejak Senin (27/7/2026) hingga Selasa (28/7/2026). Fenomena yang diduga dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu mulai terlihat pada pagi hari dan menyebabkan penurunan jarak pandang di beberapa lokasi.

Merespons kondisi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Polresta Palangka Raya bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pemadaman terhadap titik-titik kebakaran yang muncul di wilayah hukumnya.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Jalan Hiu Putih Ujung, Kota Palangka Raya. Proses pemadaman dilakukan sejak pukul 09.30 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan menggunakan Armoured Water Cannon (AWC) dan peralatan pemadam manual.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi mengatakan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hektare dan berhasil dipadamkan setelah upaya intensif selama beberapa jam.

“Seluruh personel di lapangan bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan AWC dan alat pemadam manual hingga api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran merupakan bagian dari komitmen Polresta Palangka Raya dalam mengendalikan karhutla agar tidak meluas.

“Setiap informasi yang diterima akan segera kami tindak lanjuti bersama unsur terkait agar kebakaran dapat segera dipadamkan sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalisir,” tegasnya.

Belum Ganggu Operasional Penerbangan

Sementara itu, kabut asap belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan aktivitas penerbangan secara umum masih berjalan normal karena kabut asap baru mulai muncul dalam beberapa hari terakhir.

“Sejauh ini kondisi penerbangan masih belum terganggu karena kemunculan kabut baru terjadi. Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Meski demikian, satu penerbangan Susi Air rute Palangka Raya–Hampapak (PKY–HMS) sempat mengalami keterlambatan sekitar 60 menit akibat penurunan jarak pandang.

Menurutnya, penyesuaian jadwal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan agar operasional tetap berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Pihak bandara juga berharap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dapat terus dioptimalkan sehingga kabut asap tidak semakin pekat dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor transportasi udara.

Hingga Selasa (28/7/2026), aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kota Palangka Raya masih berlangsung normal. Namun, sebagian pelajar terlihat mulai menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap. (Red)