Legislator Barito Utara Apresiasi Pelatihan Medical First Responder BPBD untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

MUARA TEWEH, BERITAKALTENG24.COM –Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Rosi Wahyuni, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pelatihan Pertolongan Pertama Medical First Responder (MFR) yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara pada 2025. Pelatihan ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanganan bencana.

“Kami sangat mengapresiasi pelatihan yang digagas BPBD ini. Kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat sangat penting untuk keselamatan masyarakat. Pelatihan ini akan meningkatkan profesionalisme tenaga penanggulangan bencana di Barito Utara,” ujar Rosi Wahyuni di Muara Teweh, Selasa (28/11/2025).

Politisi DPRD ini menekankan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarunit, antarbidang, serta relawan dengan BPBD agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.

“DPRD berharap pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi memberikan dampak nyata, menciptakan tenaga first responder yang kompeten dan mampu memberikan pertolongan awal secara tepat, cepat, dan aman bagi masyarakat,” tegas Rosi.

Pelatihan MFR yang berlangsung selama tujuh hari ini membekali peserta dengan keterampilan teknis, kesiapan mental, dan kemampuan lapangan profesional, guna mendukung pelayanan kemanusiaan yang responsif di Barito Utara.

Narasumber pelatihan berasal dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan Bogor, Jawa Barat, serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya. Mereka memberikan pelatihan teknis dan kesiapan mental menghadapi situasi darurat, termasuk banjir, tanah longsor, kebakaran, dan kecelakaan.

Bupati Shalahuddin, melalui Kepala BPBD Simamoraturahman, menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kedisiplinan, ketenangan, dan kemampuan pengambilan keputusan cepat di lapangan.

“Peserta akan mempelajari penanganan perdarahan, syok, cedera organ dalam, cedera kepala, hingga penggunaan alat Kendrick Extrication Device (KED) untuk evakuasi darurat,” jelasnya.(red)