Pemkab Katingan Gelar Kejuaraan Catur Terbuka 2025

Pemkab Katingan95 Dilihat

Ajang Pembinaan, Kompetisi, dan Edukasi Mental Sportif

KASONGAN, Beritakalteng24.com – Untuk mendukung pengembangan olahraga prestasi dan membangun budaya kompetitif yang sehat di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Katingan akan menyelenggarakan Kejuaraan Catur Terbuka Tahun 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Juli 2025, bertempat di Aula KONI Kasongan, Komplek Stadion Sport Center.

Turnamen ini terbuka untuk dua kategori, yaitu kategori umum dan kategori pelajar, dengan sistem pertandingan catur cepat. Selain sebagai wahana kompetisi, agenda ini juga bertujuan memperkuat pembinaan atlet usia dini dan menjaring potensi pecatur lokal yang selama ini belum terfasilitasi secara optimal.

Ketua Panitia Pelaksana, Dany Yuswanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bersifat terbuka untuk seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan teknis dan administratif.

“Pendaftaran sudah kami buka hingga 15 Juli 2025. Setiap peserta wajib melakukan registrasi ulang mulai 15 Juli dan ditutup pada 16 Juli pukul 08.00 WIB di sekretariat panitia, bertempat di Aula KONI Kasongan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa total hadiah sebesar Rp 16.450.000 disediakan oleh panitia, yang terbagi dalam tiga kategori perlombaan, yakni umum, pelajar, dan sesi khusus catur simultan.

Menariknya, pada sesi pembukaan kejuaraan, Bupati Katingan, Saiful, dijadwalkan tampil dalam pertandingan simultan melawan enam pecatur unggulan. Para lawan tersebut berasal dari berbagai instansi strategis, seperti kepolisian, TNI, serta perwakilan instansi vertikal dan komunitas catur lokal.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bentuk edukasi karakter melalui olahraga. Catur mengajarkan konsentrasi, logika berpikir, pengendalian emosi, serta sikap sportif yang sangat relevan dalam membentuk generasi unggul,” tambah Dany.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat fair play serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga berbasis intelektual. (dy)