PURUK CAHU, Beritakalteng24.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan harga eceran tertinggi (HET) beras premium di sejumlah titik di Puruk Cahu, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan kenaikan harga beras di pasaran, yang menempatkan Murung Raya sebagai salah satu daerah dengan harga beras premium tertinggi di Kalimantan Tengah.
Tim Bapanas yang dipimpin oleh Razif dan Yuda dari Direktorat Pengendalian Kerawanan Pangan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar, jalur distribusi, serta ketersediaan stok beras premium.
Mereka didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Disperindagkop UKM, Bagian Ekonomi dan SDA Setda, serta perwakilan stakeholder terkait.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mura, Lentine Miraya, menjelaskan bahwa penyebab utama tingginya harga beras di wilayahnya adalah biaya transportasi dari daerah pemasok yang relatif tinggi.
“Kondisi geografis yang jauh dari sentra produksi membuat ongkos angkut menjadi mahal. Kami mengusulkan agar pemerintah pusat mempertimbangkan skema subsidi biaya pengangkutan, karena belum ada regulasi yang memungkinkan penggunaan dana daerah untuk subsidi distribusi pangan,” ungkap Lentine.
Operasi Pasar Murah untuk Stabilkan Harga
Sementara itu, Plt. Kepala Disperindagkop UKM, Roy Chahyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan operasi pasar murah untuk menekan dampak kenaikan harga beras di tingkat pengecer.
“Kami berupaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan pangan cenderung meningkat,” jelas Roy.
Koordinasi Lanjutan dari Bapanas
Perwakilan Bapanas, Razif, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hasil pemantauan di Murung Raya dengan melakukan koordinasi lintas kementerian guna memastikan harga pangan tetap stabil di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Kami akan pelajari seluruh data dari lapangan dan berkoordinasi agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat distributor maupun pengecer,” katanya.
Kondisi Harga di Lapangan
Hasil pengecekan di beberapa toko dan ritel modern di Puruk Cahu menunjukkan bahwa harga beras premium masih mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu, meskipun di beberapa lokasi tercatat mulai menurun dalam sepekan terakhir.
Selain faktor distribusi dan biaya logistik, kondisi geografis Murung Raya yang terdiri dari banyak daerah pedalaman juga disebut menjadi penyebab tingginya harga komoditas pangan tersebut.
Kegiatan pemantauan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas pangan daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (dks/red)






