“Pojok Kreasi” Bimker Rutan Palangka Raya Bekali WBP dengan Keterampilan untuk Bekal Usai Bebas

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.comRutan Kelas IIA Palangka Raya terus mengintensifkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kerajinan di ruang “Pojok Kreasi” yang dikelola Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker).

Program ini difokuskan untuk membentuk keterampilan baru bagi WBP yang sebelumnya belum memiliki keahlian khusus, sehingga memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Di ruang pembinaan tersebut, WBP dilatih secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar penggunaan alat, hingga proses finishing. Produk yang dihasilkan antara lain Telawang—hiasan dinding khas Kalimantan berbentuk perisai—serta kerajinan berbahan getah nyatu yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi.

Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan. Menurutnya, rumah tahanan tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter serta meningkatkan kompetensi warga binaan.

“Banyak warga binaan yang datang tanpa memiliki keahlian tertentu. Melalui pembinaan ini, kami latih dari awal hingga mereka benar-benar bisa dan percaya diri dengan kemampuan barunya,” ujarnya, didampingi Kepala Subseksi Bimker Andreas Betrianto, Sabtu (28/2/2026).

Salah satu WBP berinisial MK mengaku sebelum menjalani masa pidana dirinya tidak memiliki keterampilan di bidang kerajinan. Setelah mengikuti pembinaan secara rutin, ia kini mampu membuat Telawang dan mengolah getah nyatu secara mandiri.

“Awalnya saya tidak bisa apa-apa. Sekarang saya sudah bisa membuat sendiri dan ikut mengerjakan pesanan. Saya jadi punya bekal untuk nanti setelah bebas,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan AR, WBP lainnya, yang merasakan perubahan signifikan sejak mengikuti program tersebut. Ia mengaku kini lebih percaya diri dan bahkan dipercaya untuk mencoba inovasi desain di Pojok Kreasi.

Program pembinaan ini juga berdampak pada peningkatan produktivitas. Hasil karya WBP dipasarkan melalui pameran UMKM serta media sosial. Sepanjang 2025, kegiatan pembinaan kemandirian di Rutan Palangka Raya tercatat memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp12 juta.

Pihak Rutan menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir warga binaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan siap memulai kehidupan yang lebih baik. (AM/red)