MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara terus berupaya mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan budaya literasi di tingkat satuan pendidikan menengah pertama. Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Pelatihan Penulisan Cerita Pendek (Cerpen) yang berpusat di Aula Komputer SMP Negeri 1 Muara Teweh, Sabtu (7/2/2026). Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Syahmiluddin A. Surapati, Pengawas Sekolah Sri Rahayu, S.Pd., secara resmi membuka agenda yang diikuti oleh puluhan siswa berbakat tersebut.
Dalam arahan Kepala Dinas Pendidikan yang dibacakan oleh Sri Rahayu, ditegaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons strategis sekaligus tindak lanjut nyata atas hasil analisis rapor pendidikan daerah. Fokus utamanya adalah memperkuat indikator literasi yang dinilai masih memerlukan intervensi berkelanjutan agar standar kompetensi lulusan semakin meningkat. Menulis karya fiksi seperti cerpen dipandang sebagai metode efektif untuk melatih siswa merangkai gagasan secara runtut, logis, dan inspiratif berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari.
Kegiatan ini dilaksanakan di tengah momentum membanggakan bagi SMP Negeri 1 Muara Teweh yang baru saja berhasil meraih status Akreditasi A. Capaian nilai akreditasi tertinggi tersebut merupakan hasil sinergi seluruh warga sekolah dan menjadi modalitas penting bagi para lulusan untuk memiliki daya saing tinggi saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah. Namun, Disdik mengingatkan bahwa status akreditasi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kontribusi aktif peserta didik dalam ranah akademik dan non-akademik.
Melalui pelatihan penulisan cerpen, para siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang menjadi dimensi utama dalam profil lulusan saat ini. Selain mengasah aspek kognitif, menulis cerpen juga bertujuan melatih kepekaan sosial siswa terhadap lingkungan sekitar. Kompetensi merangkai kata yang bermakna diyakini hanya dapat dicapai melalui pembiasaan yang konsisten, sehingga workshop ini menjadi titik awal bagi siswa untuk mengenal sistematika penulisan karya sastra yang baik dan menarik.
Sri Rahayu berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan menyerap ilmu dari para instruktur dan tidak berhenti berlatih setelah kegiatan berakhir. Para siswa yang telah menguasai teknik penulisan diharapkan dapat menjadi mentor bagi rekan sejawat maupun adik kelas, sehingga budaya literasi dapat tumbuh secara organik di lingkungan sekolah. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap inisiatif ini mampu melahirkan karya-karya kreatif orisinal dari tangan siswa, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam upaya peningkatan indeks literasi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.(Red)






