Terpilih Aklamasi, Edy Pratowo Siap Perkuat Mesin Politik Golkar Kalteng

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Seperti yang diperkirakan sebelumnya, pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah berlangsung aman dan tanpa dinamika berarti. H. Edy Pratowo yang sejak awal digadang-gadang menjadi ketua, akhirnya terpilih secara aklamasi.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tersebut resmi menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalteng periode mendatang menggantikan H Ruslan AS, setelah ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kalteng.

Usai terpilih, Edy Pratowo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Ia menambahkan, seluruh program pemerintah akan menjadi perhatian serius bagi Partai Golkar Kalteng. Melalui para kader dan struktur organisasi, pihaknya akan memastikan program-program tersebut berjalan optimal hingga berdampak pada peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Edy juga menegaskan bahwa dirinya akan fokus pada proses kaderisasi dan penguatan posisi Partai Golkar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

“Kader muda potensial akan kita siapkan untuk lima tahun ke depan. Target kita, kursi DPR RI dari Kalteng meningkat dari 1 menjadi 2 kursi, dan di DPRD Kalteng bertambah dari sebelumnya 8 kursi,” jelasnya.

Ia menilai, momentum Musda menjadi peluang besar untuk memperkuat konsolidasi partai dalam menghadapi Pemilu, Pilpres, Pileg, dan Pilkada mendatang.

“Seperti disampaikan para senior kita, Mukhtarudin, Ruslan, dan Razak, Golkar ingin menambah kursi dan sukses di semua level,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menegaskan bahwa ketua DPD yang terpilih harus mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Ketua terpilih harus mampu menaikkan jumlah kursi legislatif dan memenangkan pemilu. Itu tugas utama pengurus baru,” tegas Bahlil.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan kaderisasi harus dilakukan secara nyata, termasuk melalui pendataan dan penerbitan kartu anggota.

“Kaderisasi itu harus nyata, salah satunya memastikan seluruh kader memiliki kartu anggota,” ujarnya.

Menurut Bahlil, Partai Golkar merupakan partai inklusif dan terbuka, sehingga masyarakat memiliki peran besar dalam struktur kekuatan politik partai.

“Golkar adalah partai inklusif, dan saham partai itu adalah masyarakat itu sendiri,” katanya. (red)