PANGKALAN BUN, Beritakalteng24.com — Seorang pria berstatus tunawisma ditemukan meninggal dunia di trotoar Jalan Sutan Syahrir, tepat di depan Kantor Samsat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (16/12/2025) pagi. Korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas kebersihan setempat.
Korban diketahui bernama Eka Sumarmin (59), warga Pakem, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi terlentang di samping sepeda motor miliknya. Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban sehari-hari kerap bermalam di sekitar Kantor Samsat dan kawasan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Warga menyebutkan, pada Senin malam sebelum ditemukan meninggal, korban masih sempat beraktivitas dan memesan kopi di pedagang sekitar rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terlihat saat itu.
Petugas kebersihan yang menemukan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak RSUD Sultan Imanuddin dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat. Tim PMI bersama petugas rumah sakit langsung mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSUD untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Kobar, Aiptu Hartono, mengatakan dari hasil pemeriksaan identitas dan barang bawaan korban, petugas menemukan uang tunai sebesar Rp10.904.000 di saku pakaian korban. Uang tersebut tersimpan di beberapa kantong celana dan baju yang dikenakan korban saat ditemukan.
“Selain uang tunai, kami juga mengamankan satu unit telepon genggam, satu unit sepeda motor Suzuki Tornado 110 CC dengan nomor polisi K 6450 VF, serta sejumlah barang pribadi lainnya,” jelas Hartono.
Seluruh barang milik korban saat ini diamankan oleh pihak kepolisian sesuai prosedur. Berdasarkan hasil visum dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, korban diduga meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas yang berkaitan dengan penyakit yang dideritanya.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan peristiwa tersebut tidak mengarah pada tindak pidana. Kasus ini murni kematian akibat kondisi kesehatan korban. (Ya/red)





