PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Kekecewaan masyarakat terhadap pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir memuncak. Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menumpahkan bangkai ayam di depan gerbang kantor PLN sebagai simbol kerugian yang dialami para peternak akibat seringnya pemadaman listrik. Aksi itu menjadi bentuk protes sekaligus tuntutan agar PLN bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Para demonstran mendesak manajemen PLN memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik yang berulang serta meminta peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan yang lebih andal, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
Mereka menilai pemadaman listrik telah mengganggu aktivitas masyarakat dan melumpuhkan berbagai sektor usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik, termasuk usaha peternakan ayam.
Suasana aksi sempat memanas ketika tuntutan massa untuk berdialog langsung dengan pimpinan PLN tidak segera dipenuhi. Sebagai bentuk kekecewaan, para demonstran kemudian menumpahkan sejumlah bangkai ayam di depan pintu masuk Kantor PLN UP3 Palangka Raya.
Bangkai ayam tersebut diketahui merupakan milik Satrio, seorang peternak ayam di Palangka Raya yang mengaku mengalami kerugian cukup besar setelah ribuan ayam di kandangnya mati akibat pemadaman listrik.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi sambil terus mendesak agar pimpinan PLN menemui mereka dan memberikan penjelasan secara langsung. Sementara itu, pengamanan aksi dilakukan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi bersama perwakilan Serikat Pekerja PLN. (Red)






