Antrean Mengular di Pangkalan Bun: Pertamax Pun Langka, Ada Apa dengan Pasokan BBM Kobar?

PANGKALANBUN, Beritakalteng24.com – Beberapa hari terakhir, pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi sorotan warga. Baik pengendara roda dua maupun roda empat tampak rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), bahkan untuk jenis nonsubsidi seperti Pertamax yang biasanya lebih mudah didapat.

Di lapangan, antrean tampak mengular di empat SPBU dalam kota, mulai dari Jalan Diponegoro hingga Bundaran Tudung Saji. Bahkan di SPBU Jalan Iskandar, beberapa kali terlihat tutup tanpa kejelasan. Kondisi ini membuat banyak pengendara bertanya-tanya, apakah stok BBM di wilayah Kobar benar-benar menipis atau ada persoalan lain di baliknya.

Spekulasi pun bermunculan di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga kelangkaan disebabkan oleh maraknya aktivitas pelangsir atau pengetap, sementara yang lain meyakini pasokan BBM dari luar daerah belum mampu menyeimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan di Pangkalan Bun yang terus meningkat.

“Aneh, mau beli Pertamax saja susah. Padahal itu bukan BBM subsidi,” keluh Johan, seorang warga yang ikut antre di SPBU Jalan Diponegoro, Selasa (7/10/2025).

Menanggapi keresahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Asisten II Setda Kobar, Hasan Basri, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina.

“Beberapa waktu lalu memang sempat terjadi kendala distribusi. Namun suplai BBM sudah tiba di Pertamina Kumai dan diharapkan dalam waktu dekat stok akan kembali normal,” jelasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Joseph Farel, mengonfirmasi adanya gangguan distribusi yang menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah Kobar. Ia menyebut, faktor cuaca di perairan antara Kotabaru dan Banjarmasin menjadi penyebab utama keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar. “Seharusnya kapal tiba tanggal 4 Oktober, tapi tertunda karena cuaca buruk,” ujarnya.

Selain cuaca, meningkatnya aktivitas masyarakat selama perayaan HUT ke-66 Kabupaten Kotawaringin Barat dan gelaran Kobar Expo 2025 juga berpengaruh besar terhadap lonjakan konsumsi BBM.

“Konsumsi biasanya 150 kiloliter per hari, tapi dalam beberapa hari terakhir naik jadi sekitar 200 kiloliter,” ungkap Farel.

Peningkatan tersebut, menurutnya, membuat sejumlah SPBU kewalahan memenuhi kebutuhan harian warga. Untuk menstabilkan pasokan, Pertamina telah menambah suplai dari Integrated Terminal Sampit sejak 1 Oktober 2025. Kapal pengangkut 1.500 kiloliter Pertamax bahkan sudah tiba di Fuel Terminal Pangkalan Bun pada Senin siang dan langsung disalurkan ke SPBU.

Kapal kedua dengan muatan 2.000 kiloliter Pertalite juga dijadwalkan tiba pada Selasa (8/10/2025).

“Kami tambah jam operasional terminal agar distribusi maksimal. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan pembelian berlebih,” tegas Farel. (yo)