MUARA TEWEH, BeritaKalteng24.com – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mengajak masyarakat mendukung pembangunan Jembatan Lemo yang dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi, silaturahmi, dan koordinasi bersama masyarakat terdampak pembangunan Jembatan Lemo yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Utara, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, Ketua DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, Camat Teweh Tengah, serta masyarakat Desa Lemo yang terdampak pembangunan.
Dalam sambutannya, Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Lemo memiliki peran penting dalam memperkuat akses transportasi, menghubungkan wilayah Desa Lemo dengan Muara Teweh, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan desa.
“Jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan Desa Lemo dengan Muara Teweh. Kami yakin, setelah jembatan ini selesai, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan desa akan semakin cepat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat, terutama terkait dampak pembangunan terhadap rumah warga, akses transportasi, kebisingan, keselamatan, dan lingkungan sekitar.
“Kami meminta dukungan Bapak dan Ibu sekalian. Jika ada masyarakat yang terdampak, silakan sampaikan dalam forum ini agar bisa kita koordinasikan dan carikan solusi bersama,” tegasnya.
Penyelesaian Hak Warga Dikoordinasikan
Terkait hak masyarakat yang terdampak, Shalahuddin memastikan pemerintah daerah akan mengoordinasikan penyelesaiannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk apabila terdapat hak atas ganti rugi atau bentuk kompensasi lainnya.
Ia menjelaskan, penyelesaian persoalan tersebut memerlukan tahapan administrasi dan penganggaran sesuai mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan kepastian kepada masyarakat dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kepentingan dan hak masyarakat yang terdampak. Komunikasi dan musyawarah menjadi bagian penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul selama proses pembangunan.
“Kita ingin pembangunan berjalan lancar, tetapi hak masyarakat juga harus diperhatikan. Mari kita selesaikan semuanya melalui komunikasi dan musyawarah yang baik,” pungkasnya.
Shalahuddin berharap masyarakat dapat berpartisipasi dan mendukung kelancaran pembangunan Jembatan Lemo agar penyelesaiannya berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat Barito Utara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Seluruh pemaparan materi dan diskusi interaktif dipandu langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Muhlis. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat membangun koordinasi yang baik guna mendukung pelaksanaan pembangunan Jembatan Lemo. (Red)






