MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com – Menghadapi kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Minggu (30/8/2026).
Salat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar lahir dan batin pemerintah daerah bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan sekaligus keberkahan dari Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung.
Kegiatan diikuti jajaran Pemkab Barito Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh jamaah untuk menundukkan hati, memperbanyak istigfar, meningkatkan ketakwaan, serta melakukan introspeksi diri.
Menurutnya, hujan merupakan rahmat dan sumber kehidupan bagi manusia, hewan, tumbuhan, pertanian, perkebunan, sungai, serta seluruh makhluk hidup.
“Kita berdoa agar musim kemarau segera berakhir dan Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, mengisi kembali sumber air, menyuburkan tanah, serta membantu mengatasi titik-titik api,” ujar Shalahuddin.
Ia menyebut kekeringan berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi Karhutla yang dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, transportasi, pendidikan hingga perekonomian.
Karena itu, Shalahuddin mengajak masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan lingkungan.
“Mari kita introspeksi diri, memperbanyak istigfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam sekitar,” katanya.
Selain ikhtiar melalui doa, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar turut berperan aktif mencegah Karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan di kawasan yang kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” tegasnya.
Khotbah Ajak Tingkatkan Ketakwaan
Setelah pelaksanaan Salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara, K.H. Rusmadi Darsani.
Dalam khotbahnya, Rusmadi mengajak umat Islam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak istigfar, melakukan introspeksi diri, serta memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kekhilafan dan dosa.
Ia menjelaskan, Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kekeringan.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sesama dan lingkungan serta mendorong peningkatan amal kebajikan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, mengakhiri musim kemarau, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Pemkab Barito Utara berharap pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kemarau serta mencegah terjadinya Karhutla. (Red)






