Penggrebekan Bandar Narkoba Berujung Maut, 1 Polisi Gugur, 2 Hilang Tenggelam dan 1 Warga Tewas

Kalteng, Katingan33 Dilihat

KASONGAN, Beritakalteng24.com – Operasi penangkapan terduga bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, berujung tragis.

Seorang Anggota Satresnarkoba Polres Katingan dilaporkan gugur, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian setelah insiden yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (1–2/7/2026).

Berdasarkan kronologi awal, operasi tersebut dilakukan setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang disebut merupakan residivis kasus narkotika.

Sekitar Rabu pukul 21.00 WIB, Kasat Resnarkoba bersama personel (Tim) berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 00.30 WIB dinihari. Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok, dengan tim pertama yang dipimpin Kasat Resnarkoba mendatangi rumah target operasi, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi terpisah.

Menurut kronologi awal, terduga pelaku berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang yang berada di lokasi diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan, tetapi kondisi semakin memanas setelah warga dan keluarga berdatangan ke lokasi.

Disebutkan, massa kemudian diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda lainnya sehingga personel Satresnarkoba terpaksa menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Sebagian anggota sempat bertahan di sebuah pulau kecil di tengah sungai, sebelum berusaha menyelamatkan diri dengan berenang. Dalam proses tersebut, sejumlah personel berhasil meloloskan diri dan bersembunyi hingga akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan.

Hingga saat ini, sebanyak sembilan personel Satresnarkoba Polres Katingan telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, Aipda Yudhie ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lanting (rumah terapung).

Adapun dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Diduga kuat dua anggota polisi ini tenggelam. Aparat kepolisian terus melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta lokasi sekitar kejadian.

Peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian, sementara proses pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan terus dilakukan. Polisi juga masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan perlawanan yang terjadi saat operasi penangkapan berlangsung. (Red)