Bupati Shalahuddin Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla di Desa dan Kecamatan

MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com – Sampai saat ini kebakaran hutan dan dan lahan (Karhutla) masih marak terjadi. Hal ini perlu penanganan secara menyeluruh dengan melibatkan stake holder terkait.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperkuat langkah penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla di Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Dalam rakor tersebut, Bupati menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan respons cepat di tingkat paling dekat dengan lokasi kejadian. Salah satu langkah yang diinstruksikan adalah pembentukan Posko Karhutla di tingkat desa dan kecamatan.

Posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dalam melakukan pemantauan kondisi wilayah, memperkuat deteksi dini serta mempercepat respons apabila ditemukan titik api.

“Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan dan koordinasi yang baik. Karena itu, posko di tingkat desa dan kecamatan harus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” tegas Bupati.

Menurut Shalahuddin, upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Keterlibatan aparat, pemerintah desa, masyarakat serta pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran.

Ia meminta jajaran di tingkat kecamatan dan desa meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap munculnya titik api di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Dengan adanya posko di setiap tingkatan, informasi mengenai kondisi karhutla di lapangan diharapkan dapat disampaikan secara cepat sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum api meluas.

Bupati juga mengingatkan pentingnya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca kering.

Pemkab Barito Utara berkomitmen memperkuat sinergi seluruh unsur dalam menghadapi karhutla, dengan mengutamakan pencegahan, deteksi dini dan penanganan cepat di lapangan. (Red)