Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Koordinasi, Sinergitas, dan Kolaborasi antara Pemerintahan Desa dan Daerah Demi Pembangunan Desa yang Maju, Mandiri, Berdaya Guna, dan Berkelanjutan” tersebut diikuti sebanyak 652 kepala desa yang tergabung dalam 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APDESI kabupaten se-Kalimantan Tengah.
Ketua Panitia Pelaksana, Darmatius, mengatakan bahwa Rakerda APDESI menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan rekomendasi kebijakan, meningkatkan kapasitas pemerintahan desa, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, daerah, hingga pemerintah pusat.
“Selain sebagai forum organisasi, agenda ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan rekomendasi kebijakan, meningkatkan kapasitas pemerintahan desa, serta membangun sinergi yang kuat dari tingkat desa hingga pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Kalimantan Tengah, Seger Satria, berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum Rakerda secara optimal, khususnya pada sesi dialog interaktif yang menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan gagasan bagi kemajuan desa.
“Manfaatkan kesempatan ini, khususnya pada sesi dialog interaktif, untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi demi kemajuan desa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Ahmad Zabadi, memaparkan program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dalam membangun ekonomi dari desa.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan penguatan ekonomi desa melalui investasi minimal Rp3 miliar per desa untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga sarana transportasi. Selain itu, program tersebut juga menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga maksimal 6 persen guna melindungi masyarakat dari praktik rentenir dan tengkulak.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menilai Rakerda APDESI merupakan forum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Rakerda APDESI bukan hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, kita dapat bersama-sama merumuskan rekomendasi kebijakan yang konstruktif, meningkatkan kapasitas aparatur desa, serta mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang turut dipengaruhi kondisi global.
Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, termasuk pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengajak pemerintah desa untuk terus mendukung program pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat, menjaga persatuan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera,” ujar Gubernur.
Rakerda dan Dialog Interaktif DPD APDESI Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang ditandai dengan pemukulan katambung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi, Ketua Umum DPP APDESI Junaedi Mulyono, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah, bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota. (Red)






