Mulai Besok, Puluhan Ribu Santri Ikuti Imtihan Wathani

PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Sebanyak 10.747 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dari 151 pondok pesantren di Indonesia akan mengikuti Imtihan Wathani atau Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN).

Ujian mata pelajaran dirosah Islamiyah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Januari 2026 untuk jenjang ulyā, sementara jenjang wusthā akan dilaksanakan pada 12–14 Januari 2026.

Jumlah peserta pada jenjang ulyā tercatat sebanyak 4.576 santri, sedangkan jenjang wusthā diikuti 6.171 santri. Para peserta tersebar di 16 provinsi di Indonesia.
Khusus di Kalimantan Tengah, sebanyak 25 santri dari PDF Dar Al Raudhah, Kabupaten Kotawaringin Barat, tercatat sebagai peserta Imtihan Wathani.

“Kurikulum yang diujikan pada jenjang ulyā meliputi ilmu tafsir, ilmu hadis, ushul fiqh, nahwu-sharf, dan ilmu kalam. Sementara pada jenjang wusthā mencakup fiqh, tauhid, akhlak, nahwu-sharf, serta tarikh,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah, H. Elly Saputra, Rabu (7/1/2026).

Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalteng, H. Elly Saputra

Menurut H. Elly Saputra, Imtihan Wathani merupakan bentuk evaluasi hasil pembelajaran berstandar nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Pesantren. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur kualitas pembelajaran di PDF sekaligus kompetensi santri.

“Imtihan Wathani penting untuk menjaga standar pendidikan diniyah formal agar sejajar dengan lembaga pendidikan umum lainnya, sekaligus menilai sejauh mana santri mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari,” jelasnya.

Terpisah, Kepala PDF Dar Al Raudhah Kalimantan Tengah, Dja’far Ravensky, menyampaikan bahwa pelaksanaan Imtihan Wathani menjadi bukti bahwa proses pendidikan di pesantren telah berakar kuat pada pendalaman tafaqquh fiddin.

“Kami tidak hanya menyiapkan santri untuk lulus ujian, tetapi juga membentuk mereka menjadi pemimpin umat yang mandiri dan berintegritas,” tegas Dja’far. (red)