PALANGKA RAYA, Beritakalteng24.com – Para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palangka Raya mengaku merasa terganggu dengan maraknya aksi balapan liar di sejumlah ruas jalan. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat mereka saat menerima maupun mengantar pesanan.
Keluhan tersebut bahkan telah disampaikan sejumlah pengemudi ojol kepada petugas Satlantas Polresta Palangka Raya agar dilakukan penertiban terhadap para pelaku balap liar.
Beberapa ruas jalan yang diduga kerap dijadikan lokasi balapan liar di antaranya Jalan Dr Murjani, Jalan Diponegoro, Jalan RTA Milono, Jalan Ir Soekarno, hingga Jalan Adonis Samad. Jalan-jalan tersebut merupakan jalur yang cukup sering dilalui para pengemudi ojol ketika mengambil maupun mengantar pesanan.
Salah satu pengemudi ojol, Muhamad Syarif, mengatakan bahwa sejumlah rekannya kerap berpapasan dengan para pelaku balap liar. Bahkan tidak jarang mereka diminta menepi agar memberi jalan bagi para pembalap liar yang melintas dengan kecepatan tinggi.
“Kami sering disuruh minggir dan berhenti. Karena harus cepat mengantar pesanan, terkadang kami terpaksa mencari jalan lain agar bisa menghindari mereka,” ujar Syarif, Kamis (4/3/2026) pagi.
Menurutnya, keberadaan balap liar tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas para pengemudi ojol, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan. Ia bahkan mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika salah satu rekannya mengalami kecelakaan saat mengantar pesanan akibat ulah remaja yang kebut-kebutan di jalan hingga akhirnya meninggal dunia.
Syarif juga menyebutkan bahwa selama bulan Ramadan, aktivitas pengantaran pesanan oleh ojol biasanya meningkat pada malam hari hingga menjelang waktu sahur, sehingga mereka lebih sering melintas di jalan saat para pelaku balap liar beraksi.
“Semoga pihak kepolisian bisa lebih memperketat patroli, karena ini sangat meresahkan. Apalagi dulu ada teman kami yang meninggal karena kecelakaan yang diduga akibat balap liar,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Dedi Hendra Kurniawan, mengatakan pihaknya rutin melaksanakan patroli untuk mengantisipasi balapan liar di sejumlah titik rawan di Kota Palangka Raya.
Ia menjelaskan patroli dilakukan mulai pukul 23.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB setelah waktu subuh.
“Anggota kami rutin melaksanakan patroli malam hingga pagi untuk mengantisipasi balap liar. Saat ada laporan dari masyarakat maupun pengemudi ojol, langsung kami tindak lanjuti dengan membubarkan para pelaku,” ujarnya.
Menurut Dedi, para pelaku balap liar kerap berpindah lokasi dan bermain “kucing-kucingan” dengan petugas. Meski demikian, pihaknya tetap membagi tim patroli di beberapa ruas jalan yang sering dijadikan arena balapan liar.
“Kami terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan agar aktivitas balap liar tidak mengganggu pengguna jalan,” tandasnya. (Am/red)






