Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga, Daya Beli Warga Kian Tertekan

PANGKALANBUN, Beritakalteng24.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di berbagai sektor. Tidak hanya memicu kenaikan biaya transportasi, kondisi ini juga mendorong naiknya harga kebutuhan pokok, sehingga beban ekonomi warga semakin berat.

Di sejumlah wilayah di Kotawaringin Barat, tekanan ekonomi mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil, buruh harian, hingga pekerja informal. Aktivitas ekonomi tampak melambat, sementara pendapatan masyarakat tidak selalu meningkat seiring naiknya pengeluaran.

Pengusaha lokal, Kuncoro Candra Winata, mengakui bahwa kenaikan BBM berdampak langsung terhadap dunia usaha, terutama dari sisi biaya operasional.

“Pengeluaran meningkat, sementara pemasukan belum tentu ikut naik. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk tetap bertahan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan sayur-mayur mulai mengalami kenaikan secara bertahap. Meski kenaikan tidak selalu signifikan dalam waktu singkat, akumulasi harga yang terus naik tetap memberatkan masyarakat.

Kondisi tersebut memaksa banyak keluarga melakukan penyesuaian pengeluaran, mulai dari mengurangi belanja, memilih produk dengan harga lebih terjangkau, hingga menunda kebutuhan yang tidak mendesak.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai situasi ini menjadi tantangan serius yang perlu segera direspons dengan langkah konkret, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Diharapkan, upaya pengendalian inflasi dan intervensi pasar dapat terus dilakukan agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok rentan. (YA/red)