KOTAWARINGIN BARAT, Beritakalteng24.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar nonsubsidi, menjadi tantangan bagi dunia usaha, terutama di sektor pertambangan yang sangat bergantung pada energi. Biaya operasional yang meningkat memaksa banyak perusahaan melakukan penyesuaian.
Namun kondisi berbeda terlihat di PT Irvan Prima Pratama (IPP). Di tengah tekanan kenaikan BBM, aktivitas perusahaan tersebut tetap berjalan stabil tanpa gejolak berarti, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.
Ketua RT 12 Sungai Rangit, Hadi Sutrisno, mengatakan hingga kini warganya yang bekerja di perusahaan tersebut tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Sejauh ini tidak ada perubahan, warga kami yang bekerja di sana tetap masuk seperti biasa. Kami melihat perusahaan ini cukup siap menghadapi kondisi yang ada,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Hal senada juga disampaikan sejumlah ketua RT di wilayah sekitar. Mereka mengaku belum menerima laporan adanya pengurangan tenaga kerja, dan aktivitas harian karyawan masih berlangsung normal.
Bagi masyarakat, keberadaan perusahaan tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memberikan rasa aman di tengah tekanan ekonomi. Stabilnya operasional perusahaan dinilai turut menjaga perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Komisaris PT IPP, Kuncoro Candra Winata, menegaskan pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika kenaikan biaya energi.
Menurutnya, seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa, dan perusahaan terus melakukan penyesuaian agar tetap bertahan sekaligus berkembang. (Ya/red)






