DPRD Murung Raya Minta Pemda Segera Atasi Kelangkaan BBM

Puruk cahu, beritakalteng24.com –  Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.

Menurut Bebie, kondisi tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama karena dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kami berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai stabilitas distribusi BBM sangat penting dalam mendukung kelancaran transportasi, perdagangan, dan aktivitas usaha masyarakat di Kabupaten Murung Raya.

Ia mengingatkan agar persoalan kelangkaan BBM segera ditangani sehingga tidak mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Distribusi BBM yang lancar sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Bebie juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait penyebab terjadinya kelangkaan BBM agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang terjadi.

Menurutnya, transparansi penting untuk mengetahui apakah kelangkaan dipengaruhi keterlambatan distribusi, keterbatasan kuota, atau faktor teknis lainnya.

Ia juga mendorong pengawasan distribusi BBM diperketat guna mencegah potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi oleh pihak tertentu.

“Pengawasan perlu diperkuat agar distribusi BBM benar-benar tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tuturnya.

Bebie menambahkan DPRD Murung Raya akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan resmi dari pemerintah daerah dan pihak terkait guna mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan masalah kelangkaan BBM di daerah.(red)