KOTAWARINGIN BARAT, Beritakalteng24.com – Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar, Provinsi Kalteng, dibuat geger oleh rentetan kebakaran yang terjadi sejak subuh, Jumat (29/5/2026).
Dalam waktu hanya beberapa jam, tiga laporan kebakaran masuk ke Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar.
Peristiwa tersebut meliputi kebakaran rumah warga di Desa Sungai Tendang, insiden mesin cuci terbakar di Kumai Hilir, hingga kebakaran pom mini di wilayah Pasir Panjang.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Meden RT 03, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai. Saat sebagian besar warga masih terlelap, api diduga mulai muncul sekitar pukul 04.07 WIB dari rumah milik Siti Aisyah.
Kobaran api dengan cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman tersebut.
Laporan kebakaran diterima petugas Damkar sekitar pukul 04.17 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga. Tak lama berselang, Regu II piket malam langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa armada pemadam dan perlengkapan penanganan darurat.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 04.35 WIB, petugas mendapati api telah menguasai bagian tengah bangunan rumah. Warga setempat sempat berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba.
Proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan lantaran kobaran api terus membesar. Namun api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.05 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan pihaknya harus bekerja ekstra sejak dini hari karena menerima beberapa laporan kebakaran dalam waktu yang hampir bersamaan.
“Subuh tadi ada tiga kejadian kebakaran yang masuk ke Mako Damkar. Setelah penanganan di Sungai Tendang, kami juga menerima laporan mesin cuci terbakar di Kumai Hilir sekitar pukul 07.55 WIB dan kebakaran pom mini di Pasir Panjang sekitar pukul 07.57 WIB,” ujar Dwi Agus Suhartono.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, rumah yang terbakar di Sungai Tendang memiliki luas sekitar 10×10 meter persegi dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Dwi Agus juga mengapresiasi kesigapan personel Damkar, unsur Kecamatan Kumai, Polsek Kumai, dan Tagana yang turut membantu proses pemadaman di lapangan.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berasal dari instalasi listrik maupun peralatan rumah tangga yang berisiko memicu kebakaran sewaktu-waktu. (YA/Red)






