Akselerasi Program GASPOL 11–12, Pemkab Barito Utara Tinjau Progres Jembatan Lemo II dan Selesaikan Dampak Sosial

MUARA TEWEH, Beritakalteng24.com — Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memacu penyelesaian infrastruktur strategis guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, memimpin langsung peninjauan lapangan pembangunan jembatan penghubung di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Sabtu (7/2/2026). Kunjungan teknis ini dilakukan bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Camat Teweh Tengah, serta jajaran Kepala Bidang Bina Marga dan Jasa Konstruksi untuk memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi perencanaan.

Pembangunan jembatan penghubung Desa Lemo II merupakan salah satu pilar utama dalam kerangka program prioritas “GASPOL 11–12”. Program ini dirancang khusus oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk melakukan lompatan besar dalam percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pembukaan akses wilayah terisolasi. M. Iman Topik menegaskan bahwa pengawasan berkala di lapangan sangat krusial agar hasil pembangunan tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan maksimal bagi mobilitas warga serta kelancaran distribusi logistik.

Selain melakukan pemantauan terhadap kemajuan fisik konstruksi, tim gabungan pemerintah daerah juga menitikberatkan pada penyelesaian dampak sosial proyek. Rombongan melakukan dialog persuasif dan negosiasi dengan warga terkait proses ganti rugi lahan maupun bangunan yang terdampak area pembangunan jembatan. Pendekatan melalui musyawarah ini diambil untuk memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi sekaligus mengantisipasi potensi kendala teknis di lapangan, sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai tepat waktu tanpa menyisakan sengketa di kemudian hari.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa percepatan pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang adalah representasi dari keseriusan pemerintah daerah dalam memeratakan pembangunan hingga ke tingkat desa. Pembangunan infrastruktur permanen ini dipandang sebagai mesin penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan akses transportasi. H. Shalahuddin optimis bahwa ketersediaan jembatan ini nantinya akan mengubah wajah ekonomi lokal menjadi lebih dinamis dan kompetitif.

Melalui integrasi pembangunan jalan dan jembatan yang masif, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap rantai pasok ekonomi masyarakat di wilayah Teweh Tengah dan sekitarnya semakin kuat. Konektivitas yang lebih baik tidak hanya memperlancar aktivitas perdagangan, tetapi juga mempermudah akses pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di pelosok. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan pembangunan hingga jembatan ini dapat dioperasikan secara fungsional bagi kemajuan Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.(Red)