Warga Sidorejo Geger, Mahasiswa Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Rumah

PANGKALAN BUN, Beritakalteng24.com – Warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dikejutkan dengan penemuan seorang mahasiswa yang meninggal dunia di area belakang rumahnya, Rabu (3/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Krist Yodi Sutarjo (27), yang tinggal bersama keluarganya di Jalan Kasan Rejo Gang Angsa 1, Kelurahan Sidorejo. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar karena terjadi saat aktivitas masyarakat baru mulai berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bangunan yang sedang mengerjakan pemasangan atap di rumah milik keluarga korban.

Sekitar pukul 06.40 WIB, saksi menuju bagian belakang rumah untuk mengambil material bangunan. Namun setibanya di lokasi, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Terkejut dengan temuan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian itu kepada pihak keluarga yang kemudian meneruskan informasi kepada aparat kepolisian.

Kabar penemuan jenazah tersebut dengan cepat menyebar dan membuat sejumlah warga berdatangan ke sekitar lokasi kejadian. Suasana duka tampak menyelimuti keluarga korban yang mengaku tidak menyangka peristiwa tersebut terjadi secara mendadak.

Sebelumnya, korban diketahui masih berada di dalam rumah ketika anggota keluarga lainnya mulai beraktivitas pada pagi hari.

Kapolsek Arut Selatan, AKP Retno, membenarkan adanya laporan penemuan seorang warga yang meninggal dunia di wilayah Kelurahan Sidorejo.

Menurutnya, setelah menerima informasi dari masyarakat, personel kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Anggota kami segera menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan awal, pendataan saksi-saksi, serta koordinasi dengan Unit Inafis Polres Kotawaringin Barat. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum et repertum,” ujar AKP Retno.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun membuat spekulasi terkait peristiwa tersebut.

Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi yang dilakukan aparat berwenang, termasuk hasil visum yang saat ini masih dalam proses.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian, sementara sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut. (Ya/red)