TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu.
Serangan ini memicu eskalasi konflik besar di kawasan Timur Tengah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut media pemerintah Iran, televisi nasional serta kantor berita Tasnim dan Fars menyatakan Khamenei “telah mencapai syahid” dalam serangan yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu sebagai bentuk penghormatan atas kematiannya.
Laporan menyebutkan, serangan udara gabungan tersebut dilancarkan di berbagai target strategis di Teheran dan sekitarnya, termasuk kompleks yang menjadi kediaman resmi Khamenei. Banyak bangunan di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah akibat gelombang serangan rudal dan bom.
Pernyataan resmi dari pihak pemerintah Iran menyebutkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei juga tewas dalam serangan tersebut, meskipun detail lengkap tentang korban masih terus dikumpulkan.
Presiden Donald Trump sebelumnya secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui unggahan di media sosial, menyebutnya sebagai salah satu figur yang paling jahat dalam sejarah. Trump bahkan mendorong rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari rezim yang berkuasa.
Serangan ini dilaporkan sebagai bagian dari kampanye militer yang lebih luas, yang dimulai dengan serangan besar-besaran terhadap fasilitas dan infrastruktur militer Iran, yang disebut oleh pihak AS sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan rudal dan program nuklir Iran.
Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Teheran, yang meluncurkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta ke target pasukan AS dan sekutunya di kawasan Teluk Persia. Ketegangan kini meningkat pesat di kawasan, dengan potensi eskalasi yang terus dipantau oleh komunitas internasional.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen dari pemerintah Iran tentang detail penyebab pasti kematian Khamenei atau siapa yang secara langsung bertanggung jawab atas kematiannya. Namun klaim tersebut telah dikonfirmasi oleh media pemerintah dan pernyataan resmi kedua negara yang menyerang. (red)






